VISI MISI

TERWUJUDNYA INTERKONEKSITAS POTENSI DAN KOMPETENSI ANTAR ANGGOTA IAPIM MELALUI LEMBAGA KHUSUS UNTUK BERKARYA NYATA

  1. Menciptakan kultur dan iklim organisasi yang kondusif berlandaskan nilai-nilai ukhuwah yang dinamis;
  2. Mememetakan dan menginterkoneksikan seluruh potensi dan kompetensi personal dimiliki anggota sebagai asset sumber daya insani organisasi;
  3. Membentuk lembaga-lembaga khusus yang kedudukannya sebagai sayap organisasi yang bersifat otonom;
  4. Merealisasikan program “Tri Konsepsi IAPIM” dalam bentuk karya nyata yang hasilnya dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh anggota, almamater, serta masyarakat luas

SEJARAH

Ikatan Alumni Pesantren IMMIM (IAPIM) didirikan di Ujungpandang-Makassar, pada tanggal 12 Zulkaidah 1401 Hijriah, bertepatan 10 September 1981 Masehi, pada mulanya dirintis oleh para alumnus pertama dengan maksud memupuk dan mempertahankan nilai-nilai ukhuwah yang sebelumnya telah terbina selama bersesama mondok di Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an IMMIM, Putra di Tamalanrea-Makassar serta Putri di Minasate’ne-Pangkep.

Pada saat yang sama, muncul gagasan dipandang perlu adanya suatu wadah pengikat yang mampu digerakkan secara organisastoris untuk melaksanakan program pengabdian, selain untuk sesama alumni, juga pada almamater sebagai ibu kandung, maupun masyarakat luas demi terwujudnya masyarakat yang diridhoi Allah SWT. Keinginan dasar itulah yang kemudian dijadikan pijakan dasar setiap gerak langkah IAPIM, sebagaimana rumusannya termaktub dalam Anggaran Dasar tentang tujuan IAPIM.

TUJUAN

“ Memupuk Ukhuwah Islamiyah antar Alumni dan Almamaternya, serta Masyarakat Luas Demi Terwujudnya Masyarakat yang Diridhoi Allah SWT ”.

TRI KONSEPSI

 

Seiring perjalanan waktu, melalui serangkaian program “Tri Konsepsi” yang tak lain adalah inti pokok dari tujuan IAPIM, yakni; Keanggotaan (Internal), kealmamateran (Internal/Ekternal), dan Kemasyarakatan (Eksternal), yang telah dilaksanakan, IAPIM terbukti mampu bertahan dan menunjukkan eksistensinya. Keberadaannya diterima secara baik oleh para anggotanya yang setiap tahun bertambah dari lulusan Pesantren Modern Pendidikan Al-Qur’an IMMIM, putra maupun putri, serta ikut diterima sebagai mitra sejajar bagi almamaternya, dan juga keberadannya ikut dikenal dan dipahami manfaatnya oleh masyarakat secara meluas.

Memasuki usia 20 tahun awal, IAPIM secara sadar memulai diperhadapkan masalah rentang kendali sebagian besar anggotanya yang telah menyebar dan berdomisili di sejumlah wilayah tanah air, bahkan hingga ke luar negeri. Permasalahannya karena struktur organisasi IAPIM bersifat tunggal dan tidak menganut sistem berjenjang. Maka dalam upaya untuk memberi ruang gerak para anggota yang berdomisili di sejumlah wilayah di luar Kota Makassar untuk tetap eksis dan dapat bergerak secara organisatoris dalam membina ukhuwah dan melakukan pengabdian pada almamater serta masyarakat luas, Musyawarah Kerja (Musyker) IAPIM menetapkan memperpanjang struktur organisasinya secara berjenjang melalui pembentukan kepengurusan wilayah dan daerah. Sejak itu, IAPIM yang sejatinya organisasi non-struktural, mulai beralih menganut struktur berjenjang, sekaligus merubah Musyawarah Kerja (Musyker) menjadi Musyawarah Besar (Mubes) sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi.

Melalui wadah struktural itulah, pelaksanaan program kerja IAPIM diharapkan tidak semata terpusat hanya di Kota Makassar, tetapi juga telah memulai merambah ke sejumlah wilayah tanah air, meskipun hingga saat ini program kerja dilaksanakan masih bersifat tentatif dan insidentil, namun untuk masa selanjutnya, kepengurusan wilayah dan daerah dipastikan akan semakin menunjukkan eksistensinya melalui pelaksanaan program kerjanya yang semakin akselaratif dalam merespon dinamika sosial yang berbeda-beda di setiap wilayah dan daerah.

Tiba waktunya memasuki usia 40 tahun, IAPIM kembali diperhadapkan pada permasalahan baru, selain soal kuantitas anggotanya yang tiap tahun kian membesar yang hingga kini mencapai ribuan orang, sisi lain secara kualitatif tetang potensi dan kompetensi dimiliki para anggotanya memulai bertumbuh secara beragam dalam berbagai profesi dan kedudukan di sekian banyak struktur kehidupan sosial, baik swasta maupun pemerintahan. Permasalahan dimaksud merupakan sebuah gejala positif yang mesti direspon secara organisatoris sebagai asset organisasi yang dipastikan akan terus bertumbuh di masa-masa selanjutnya.

PARADIGMA BARU IAPIM 2042

Berada di usia 40 tahun, di waktu bersamaan IAPIM secara eksternal ikut pula diperhadapkan pada permasalahan tentang tonggak kemajuan zaman yang berkonstribusi langsung secara dramatis merubah tatanan dunia baru yang berakibat pada pola hubungan bermasyarakat yang mengglobal dan membawa risiko pada jejaring kehidupan yang selektif dan semakin kompetitif. Laju perubahan eksternal dimaksud, memberi dampak secara langsung terhadap eksistensi IAPIM, terutama dalam mengakselarsi gerak laju pelaksanan program kerjanya, sehingga IAPIM memandang sebagai kebutuhan yang mendesak untuk ikut merespon dan mensisatinya secara organisatoris.

Berpijak pada latar belakang pemikiran dan permasalahan dimaksud, maka atas dasar ikhtiar untuk menata eksistensi dirinya dalam merespon kebutuhan yang mendesak, baik internal maupun eksternal, maka Musyawarah Besar XIII IAPIM yang dilaksanakan di Bantimurung-Maros, pada tanggal 16 dan 17 Juli 2022, direkomendasikan untuk merumuskan “Paradigma Baru 2022-2042 IAPIM” sebagai arah penyelenggaraan organisasi secara terencana dan terarah untuk jangka waktu sekurang-kurangnya dalam masa 20 tahun ke depan, sehingga hasrat dan cita-cita dasar IAPIM untuk merealisasikan tujuan idialnya, dapat mewujud nyata dan dapat dirasakan langsung segenap pihak yang berkepentingan dengannya, baik oleh anggotanya, almamaternya, maupun masyarakat, dimana tujuan akhirnya untuk mewujudkan masyarakat yang diridhoi Allah SWT.

PENGERTIAN, MAKSUD DAN TUJUAN

PENGERTIAN

Paradigma Baru 2042 IAPIM merupakan dokumen perencanaan strategis sebagai pedoman  untuk mencapai tujuan IAPIM sebagaimana termaktub dalam Anggaran Dasar, yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk rumusan Visi dan Misi IAPIM untuk masa 20 tahun ke depan yang mencakup kurun waktu, sejak tahun 2022 sampai dengan 2042.

MAKSUD

Paradigma Baru 2042 IAPIM disusun dengan maksud untuk menjadi arah penyelengaraan organisasi untuk jangka waktu 20 tahun ke depan, sekaligus menjadi acuan penyusunan rumusan perencanaan strategis Pokok-Pokok Program Kerja Organisasi (PPKNO) IAPIM untuk 5 (lima) periode kepengurusan yang dirumuskan secara sistematis, terpadu, sinergis dan berkesinambungan dalam kerangka pegembangan organisasi untuk pencapaian visi dan misi yang telah dicanangkan.

TUJUAN

Paradigma Baru 2042 IAPIM bertujuan untuk:

Menjaga konsistensi kesinambungan penyelenggaraan organisasi dalam setiap periode kepengurusan selama 20 tahun ke depan untuk mewujudkan visi dan misi Paradigma Baru 2042 IAPIM sebagaimana telah dicanangkan;

Mengarahkan penyelenggaraan organisasi untuk mencapai tujuan IAPIM sebagaimana dijabarkan dalam “Tri Konsepsi IAPIM” sehingga dalam kurun waktu 20 tahun  ke depan, IAPIM beserta segenap pemangku kepentingannya merasakan manfaatnya secara nyata.

Adapun Butir-Butir Paradigma Baru sebagai berikut :

  1. Transformasi Kultural dari “Ukhuwah Statis” menuju “Ukhuwah Dinamis”
  2. Revitalisasi Peran Anggota dari “Keunggulan Personal” menuju “Keunggulan Komunal”
  3. Restrukturisasi organisasi dari “Pendekatan Struktural” menuju “Pendekatan Fungsional”
  4. Reorientasi Kinerja dari “Orientasi Proses” menuju “Orientasi Hasil”

ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.